Kepemimpinan memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang baik agar bisa diterima dan dipahami oleh para pengikutnya. Kepemimpinan merupakan suatu pengetahuan dan keterampilan untuk mempengaruhi dan memotivasi orang lain agar melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai yang digariskan. Pemimpin yang baik harus mampu mengevaluasi hasil kerja individu, kelompok, dan organisasinya. Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maka seorang pimpinan harus memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sesuai dengan lingkungannya.
SKKNI Nomor 234/2020 tentang Soft Skills menjelaskan beberapa Unit Kompetensi yang perlu dikuasai. Soft skills berkaitan erat dengan pengalaman dan kepribadian seseorang yang tidak dapat diubah begitu saja. Untuk membentuk soft skills yang berkualitas diperlukan proses pengkondisian dan berkesinambungan untuk mengasah dan menerapkannya sehingga mencapai tujuan yang diinginkan.
Salah satu langkah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan adalah dengan mengikuti pelatihan yang diperlukan sesuai dengan tujuan pelatihan yang digariskan. Dengan mengikuti pelatihan ini maka akan mendorong para calon pimpinan dan pimpinan untuk melakukan peningkatan kapasitas diri sebagai pemimpin yang mengedepankan sisi profesionalitas dan mampu bersaing dalam organisasi dan juga antar organisasi.
“SMART SKILLS FOR SMART LEADERS” (Meningkatkan Keterampilan Intra Personal, Inter Personal, dan Group Skills untuk Pemimpin Cerdas) ini berisi 10 materi pengetahuan dan keterampilan yang menarik dan dilengkapi dengan praktek virtual serta asesmen untuk memetakan keterampilan para peserta. Kesepuluh materi pelatihan adalah sebagai berikut:
Ada 5 aspek penting dalam memahami diri sendiri meliputi: evaluasi diri, nilai-nilai pribadi, gaya belajar, sikap terhadap perubahan, dan pengendalian emosi diri. Apabila kelima aspek tersebut telah dipahami dan dikelola dengan baik maka akan menghasilkan implikasi manajerial yang bagus.
Aspek pemicu stres ada 4 jenis yaitu waktu, interaksi, situasi, dan antisipasi. Mengelola stress ada tiga pilihan yaitu menghindari, mengubahnya, atau beradaptasi. Diperlukan ketangguhan dalam mengelola stres meliputi ketangguhan fisik, psikologis, dan sosial.
Ada 2 pertanyaan dasar yang harus kita jawab dalam memecahkan masalah. Pertama, apakah ada informasi yang cukup atau tidak? Kedua, apakah hasil akhirnya mudah diperkirakan atau tidak? Diperlukan pemecahan masalah secara analitis dan kreatif.
Komunikasi suportif adalah komunikasi yang saling mendukung antara pemberi pesan, penerima pesan, proses komunikasi, dan kualitas informasi. Komunikasi suportif ada 3 yaitu mendengarkan dengan baik, mengulang dengan tepat, dan bertanya lebih mendalam.
Untuk bisa mempengaruhi orang lain diperlukan adanya kekuasaan atau power yang dimiliki dan sudah diakui oleh para pengikutnya. Pilih strategi mempengaruhi orang lain. Tingkatkan kekuasaan dan kewenangan. Berikan tanggapan tegas.
Dalam memotivasi orang lain perlu diperhatikan bahwa kita harus memberikan pemahaman untuk bisa memotivasinya agar mencapai kinerja sesuai dengan yang ditargetkan.
Konflik perlu dikelola karena dengan adanya dinamika maka diharapkan bisa semakin meningkatkan kreativitas yang muncul dan bisa mengetahui loyalitas yang ada serta bisa mencapai solusi-solusi baru yang bisa bermanfaat bagi organisasi ke depan.
Ada 8 elemen pemberdayaan. Menjelaskan visi dan misi. Membantu perkembangan bawahan. Tunjukkan perilaku sukses. Menyediakan sumber daya. Memberikan dukungan. Memberikan energi positif. Memberikan informasi yang objektif. Hubungkan dengan hasilnya. Berikan penghargaan bagi yang berhasil.
Ada 9 elemen dalam membentuk tim tangguh. Tim bukan hanya sekedar kerumunan orang-orang. Tim dibentuk tentu ada tujuannya, ada target yang bisa tercapai hasilnya. Dalam sebuah tim, tentu ada bermacam-macam orang, semuanya memiliki pengalaman personal masing-masing yang berbeda-beda.
Ada 5 aspek yang perlu diketahui pada saat kita memimpin perubahan yang positif. Jangan sampai terjadi perubahan yang membawa dampak negatif. Petakan dengan tepat, mana orang-orang yang mau berubah dan yang belum mau berubah, serta mana yang menentang perubahan.
Hari 1
Materi
Metode
Ceramah, Diskusi, Praktek Virtual, Asesmen
Hari 2
Materi
Metode
Ceramah, Diskusi, Praktek Virtual, Asesmen
Hari 3
Materi
Metode
Ceramah, Diskusi, Praktek Virtual, Asesmen
Hari 4
Materi
Metode
Ceramah, Diskusi, Praktek Virtual, Asesmen
Hari 5
Materi
Metode
Ceramah, Diskusi, Praktek Virtual, Asesmen
Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta mampu meningkatkan kapasitas kepemimpinan serta menjadi wadah untuk pengembangan diri dengan menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap pemimpin yang baik.
Seluruh Koordinator, Supervisor, dan Manajer dalam organisasi swasta/publik
5 Sesi
Pelatihan
Kelas Online
18 - 23
Mei
2022
13:00
-
15:00 WIB
Maaf pendaftaran telah ditutup, Silahkan kunjungi LPKN.ID untuk event lainnya
Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) merupakan lembaga Diklat resmi yang berdiri sejak tahun 2005, dan telah Terakreditasi A Oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP) – RI, untuk kegiatan Pelaksanaan Pelatihan Pengadaan dan Sertifikasi Barang/ Jasa pemerintah. Saat ini telah memiliki Alumni sebanyak 1.300.580 orang, yang tersebar di seluruh Indonesia, LPKN juga telah medapatkan 2 Rekor MURI, dalam penyelenggaraan Webinar dengan jumlah Peserta lebih dari 100.000 orang.
Kunjungi Juga Website www.LPKN.id
Sofy : 0
Pengunjung Online : 1
Pengunjung Hari ini : 1
Total Pengunjung : 2,489