Saat ini dunia Industri menghadapi persaingan global yang semakin tajam tuntutan untuk melakukan penekanan biaya produksi dan persyaratan kualitas mengarah system Preventive Maintenance. Tujuan melaksanakan Total productivity Maintenance untuk menghindari terjadinya mesin produksi berhenti beroperasi tanpa direncanakan atau rusak mendadak, tentunya akan berdampak kepada kerugian yang sangat besar. Dampak langsung dan dampak tidak langsung yang akan menggerogoti profit perusahaan. Dengan pelaksanaan program Preventive Maintenance mempertahankan investasi peralatan yang ada untuk dapat digunakan secara optimal, delivery yang cepat dapat terpenuhi mengarah ke Just In Time, penerapan perawatan preventive, predictive, corrective sangat ditentukan oleh peran serta seluruh karyawan, merupakan solusi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Preventive Maintenance merupakan pemeliharaan yang dilakukan secara terjadwal, umumnya secara periodik, dimana sejumlah petugas pemeliharaan seperti inspeksi, perbaikan, penggantian, pembersihan, pelumasan dan penyesuaian dilaksanakan. kegiatan perawatan dan pencegahan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan mesin. Mesin akan mengalami nilai depresiasi (penurunan) apabila dipakai terus menerus.
Oleh karena itu, dibutuhkannya inspeksi dan servis secara rutin maupun periodik. Dengan kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan- kerusakan yang tidak terduga dan menemukan kondisi atau keadaan yang dapat menyebabkan fasilitas produksi mengalami kerusakan pada waktu proses produksi. Jadi, semua fasilitas produksi yang mendapatkan perawatan (preventive maintenance) akan terjamin kontinuitas kerjanya dan selalu diusahakan dalam kondisi atau keadaan yang siap dipergunakan untuk setiap operasi atau proses produksi setiap saat.
Training Implementasi TPM bukan sekedar teori tetapi dikembangkan dari best practices dan menjadi proven method yang dapat diterapkan, merupakan suatu sistem perawatan mesin yang melibatkan seluruh bagian dan anggota organisasi sehingga tercapainya Zero Breakdown, Zero defect dan zero accident dengan demikian memaksimalkan efektifitas penggunaan mesin, tercapainya Overall equipment effectiveness (OEE). hingga mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi perbaikan usaha seperti kualitas yang meningkat, peningkatan produktivitas, kapasitas yang meningkat lingkungan kerja yang lebih bersih dan aman sehingga laba perusahaan meningkat.
Yang perlu menghadiri training total productive maintenance adalah
4
Pertemuan
Online
18 - 21
Oktober
2022
18:30
–
21:00 WIB
Maaf pendaftaran telah ditutup, Silahkan kunjungi LPKN.ID untuk event lainnya
Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) merupakan lembaga Diklat resmi yang berdiri sejak tahun 2005, dan telah Terakreditasi A Oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP) – RI, untuk kegiatan Pelaksanaan Pelatihan Pengadaan dan Sertifikasi Barang/ Jasa pemerintah. Saat ini telah memiliki Alumni sebanyak 1.300.580 orang, yang tersebar di seluruh Indonesia, LPKN juga telah medapatkan 2 Rekor MURI, dalam penyelenggaraan Webinar dengan jumlah Peserta lebih dari 100.000 orang.
Kunjungi Juga Website www.LPKN.id
Elsyn : 0
Pengunjung Online : 1
Pengunjung Hari ini : 1
Total Pengunjung : 1,766