Hukum ekonomi-geografi yang diusulkan oleh Tobler (1970) : “Everything is related to everything else, but near things are more related than distant things”, merevisi tentang ekonomi sebagai entitas independen yang tidak berinteraksi dengan tetangganya. Pengakuan akan tetangga dan jarak sebagai faktor yang memengaruhi perkembangan ekonomi, secara perlahan namun pasti menjadi variabel yang penting untuk dilibatkan. Model lokasi dalam kerangka teori New Economic Geography memberikan dasar teoritis bagi penelitian yang mempertimbangkan aspek spasial. Pemodelan spasial menggabungkan teori lokasi dan teori-teori lainnya, antara lain, distribusi spasial aktivitas ekonomi yang disebabkan oleh aglomerasi ekonomi, economies of scale dan lain-lain.
Dalam 40 tahun terakhir, kemajuan dalam melengkapi teori ekonomi dengan aspek spasial telah benar-benar mengesankan. Kebutuhan untuk memverifikasi penelitian teoritis telah menghasilkan pengembangan metode spasial kuantitatif (statistik spasial dan regresi spasial). Analisis ketergantungan spasial sudah ditemukan dalam karya-karya Moran, Geary, dan Whittle dari tahun 1940-an dan awal 1950-an. Bidang ekonometrika spasial berkembang hingga tahun 1970-an dalam publikasi Cliff dan Ord (1975a, 1975b, 1975c), Paelinck dan Klaassen (1979), dan kemudian Cressie (1993b), yang membahas masalah autokorelasi spasial baik dalam hal statistik maupun pemodelan ekonometrik.
Berkat perkembangan komputerisasi yang berperan dalam penciptaan berbagai perangkat lunak, Luc Anselin menghasilkan karya berupa software Geographical Data (Geoda) untuk membuat model data spasial berbasis area. Selain itu, pengembangan intensif dari program R untuk analisis spasial, yang dibuat oleh Roger Bivand juga terus berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, data spasial yang tersedia sudah makin meluas dan mudah didapatkan. Misalnya, data dari sensus, survey, dan berbagai data lain yang berkaitan dengan proses sosial dan ekonomi. Namun, masih ada kebutuhan untuk menganalisis, memvisualisasikan, dan memodelkan data-data semacam ini secara fleksibel untuk memahami pola keterkaitan spasial dan keragaman spasial.
Pemanfaatan informasi berbasis spasial makin diminati oleh berbagai kalangan, khususnya dalam rangka perencanaan pembangunan wilayah. Meskipun demikian, masih sedikit yang memahami bagaimana melakukan analisis terhadap data spasial yang dimiliki. Diperlukan upaya untuk menjembatani masalah tersebut dengan mengadakan workshop pemodelan data spasial dan aplikasi yang menyertainya. Workshop ini dapat diikuti oleh peserta dari berbagai bidang ilmu, baik pada bidang sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan. Sekaligus akan diberikan pengetahuan tentang analisis spasial dengan pendekatan model regresi spasial/ekonometrika spasial.
Membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menerapkan model regresi spasial/ekonometrika spasial dengan pendekatan spasial menggunakan software seperti Geoda, GWR, atau Program R.
Pemodelan Data Spasial menggunakan Data Cross Section
Pemodelan Data Spasial menggunakan Data Panel
Workshop akan dipandu oleh pakar dalam bidang analisis ekonometrika dan analisis spasial, dan software berbasis spasial, yang memiliki pengalaman luas dalam penelitian dan aplikasi praktis di lapangan
Peserta diharapkan membawa laptop yang mampu instalasi beberapa software spasial yang relevan. Materi bahan bacaan tambahan akan disediakan sebelum acara.
2 Hari
Tatap
Muka
28 - 29
Juli
2026
08:00
-
16:30 WIB
Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN), adalah lembaga Pendidikan dan Pelatihan, dan telah berkiprah sejak 2005, saat ini LPKN telah tersertifikasi ISO manajemen mutu ISO 90001 2015 serta ISO Pendidikan 21001 2018, tahun 2020 dan 2021 juga mendapatkan 2 rekor MURI, sebagai penyelenggaran pelatihan terbanyak se Indonesia. LPKN telah Terakreditasi A Oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP) – RI dan telah dipercaya oleh puluhan ribu Instansi Pemerintah serta BUMN, dan juga telah menghasilkan alumni lebih dari 3.000.000 orang, yang tersebar di seluruh Indonesia, berbagai materi Pelatihan termasuk Pelatihan Kompetensi dari BNSP, Kemenaker, LKPP, dan berbagai pelatihan kompetensi lainnya. Dengan komitmen yang kuat, menjadikan LPKN sebagai Lembaga Pendidikan terpercaya dan terus berupaya menghasilkan alumni yang berkualitas dan kompeten, serta mengkedepankan kualitas pelayanan dalam setiap penyelenggaraan pelatihan.
Kunjungi Juga Website www.LPKN.id
Dinda : 08111102485
Mitha : 08119523022
Wa Center : 08111326000
Pengunjung Online : 1
Pengunjung Hari ini : 10
Total Pengunjung : 68